Jumat, 10 Januari 2014

Zero Waste & Bandung Trashion Festival 2013

Inilah Zero Waste & Bandung Trashion Festival 2013 yang dipetik dari jejaring sosial Facebook walikota Bandung terpilih periode 2013 - 2018; Ridwan Kamil

Berikut uraian dari pembahasan Zero Waste & Bandung Trashion Festival 2013 di atas.

Gebyar Karya Pecinta Lingkungan Bersih di Car Free Day (CFD) Dago

  • Gebyar Zerowaste 2013 bertujuan sebagai ajang sosialisasi dan kampanye perilaku pilah sampah, pengurangan sampah dan peduli lingkungan oleh lebih dari 15 komunitas dan melibatkan peran aktif warga di kota Bandung.
  • Bandung Trashion Festival 2013 diselenggarakan oleh 1023 Mediacom, berupa fashion show yang menampilkan sekitar 800 karya kreatif berbahan dasar sampah dan koran, ditargetkan memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) dengan kategori terbanyak untuk busana dari sampah.
  • Seluruh pendukung acara termasuk relawan yang terlibat sekitar 1.500 orang dari berbagai komunitas peduli lingkungan dan unsur pemerintah terkait, dengan koordinasi oleh Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung.
Bandung, 1 Desember 2013

Komunitas-komunitas yang tergabung dalam forum Bandung Juara Bebas Sampah bersama 1023 Mediacom menggelar acara "Zero Waste & Bandung Trashion Festival 2013" di area CFD Dago, hari ini. Acara meliputi fashion show berbahan daur ulang, lomba mewarnai tong sampah, apresiasi seni dan kreasi musik dari bahan daur ulang, "Kampung Zero Waste" juga menggelar pameran foto, bank sampah, plastik ramah lingkungan, edukasi dan disiplin buang sampah, pilah sampah dan masih banyak lagi.

Pelaksana kegiatan, Shanti Affilawati dari 1023 Mediacom mengatakan, "Acara ini kami selenggarakan untuk menjadi ajang sosialisasi dan kampanye peduli lingkungan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk warganya sebagai bagian dari solusi sampah dan lingkungan di Bandung". Keterlibatan warga Bandung tampak nyata dari partisipan yang berasal dari berbagai unsur. Para penampil fashion show dan relawan penggiat lingkungan datang dari 70 sekolah berwawasan lingkungan dan komunitas-komunitas penggiat bebas sampah seperti Zero Waste Bandung, Greeneration Indonesia, Bandung Like This!, HiLo Green, Kita Indonesia, Sasapu Bandung, Earth Hour, Bandung Berkebun, Yayasan Kontak Indonesia, Yayasan Pengembangan Bioscience Dan Bioteknologi (YPBB), Komunitas Pengelolaan Sampah Mandiri, Komunitas Kasturi Land (Kertas Koran Daur Ulang) juga para mahasiswa Itenas, ITB, UPI, STISI dan beberapa perguruan tinggi lainnya.

CFD Dago menjadi lokasi proyek percontohan gerakan masyarakat dan model pembelajaran bersama melalui simulasi pengalaman agar terwujud perilaku bersih.

Masyarakat juga diharapkan memahami peraturan dan sanksi Perda K3 agar memiliki rasa tanggung jawab sehingga tidak membuang sampah sembarangan. Pada acara CFD di Dago ini ada 'polisi sampah' yang bertugas untuk mengingatkan pengunjung agar membuang sampah yang telah disediakan serta memberitahu sanksi yang akan dikenakan bila aturan tersebut dilanggar.

Menurut Luna Setiati, koordinator aksi Zero Waste, perilaku bersih sebaiknya berawal dari keluarga yang dilakukan atau dicontohkan oleh orang tua di rumah dengan rasa cinta terhadap lingkungan sehingga muncul kebiasaan dan tanggung jawab dalam menjaga kebersihan. "Orang tua wajib memberi tauladan perilaku bersih dan konsekuensinya kepada anak-anak dan keluarga agar terwujud kebiasaan yang baik", ujarnya.

Sejak akhir Oktober lalu, Zero Waste Bandung meluncurkan "Babarengan Bebersih Bandung, Yuk!" yang mendorong partisipasi masyarakat menuju Bandung Juara Bersih. Edukasi publik dilakukan hingga 22 Desember 2013. Keterbatasan infrastruktur yang dimiliki pemerintah menyebabkan permasalahan sampah ini sulit diatasi dan masyarakat sebagai perilaku utamanya didorong terlibat dalam penyelesaian masalah. "Untuk mengatasi permasalahan sampah saat ini yang paling mudah dilakukan adalah menyadari bahwa kita sebagai individu harus berperan aktif sebagai salah satu pemangku kepentingan dan pelaku. Mulailah dari diri kita sendiri dan biasakan berperilaku tidak menimbulkan sampah", ujar Ria Ismaria, penggiat lingkungan dari komunitas Zero Waste.

Menurut data terkini, sampah Kota Bandung setiap harinya mengalir ke TPA di Sarimukti jumlahnya lebih dari 1500 ton. Lebih dari 60% timbulan sampah di kota Bandung berasal dari rumah tangga. Jadi sebenarnya dengan mengolah sampah rumah tangga dengan baik, maka paling tidak 60% timbulan sampah di kota Bandung ini akan berkurang dan dapat mengurangi beban Pemerintah Kota dalam pelayanan operasional pengangkutan sampah.




Demikianlah Zero Waste & Bandung Trashion Festival 2013 Mugia janten manfaat kanggo urang sadayana!

SAMPURASUN.
---
/notes/ridwan-kamil-untuk-bandung/zero-waste-bandung-trashion-festival-2013/257798817705280

Tidak ada komentar:

Posting Komentar